Ramadhan di Palestina: Hidangkan Harapan di Kehidupan Mereka
Ramadan tahun ini kembali hadir, namun bagi saudara-saudara kita di Palestina, suasana hangat di meja makan hanyalah sebuah mimpi jauh. Di tengah blokade, reruntuhan, dan keterbatasan pangan yang ekstrem, bahan pangan menjadi sangat berharga.
“Siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun.” (HR. Tirmidzi)
Kenyataan Pahit di Balik Garis Konflik
Ramadhan tahun ini datang dengan suasana yang berbeda bagi saudara-saudara kita di Palestina. Di tengah puasa mereka, tidak ada jaminan akan ada hidangan saat azan Maghrib berkumandang. Blokade yang berkepanjangan dan krisis pangan membuat jutaan warga Palestina—terutama anak-anak dan lansia—terancam kelaparan hebat.
Bagi mereka, berbuka puasa bukan tentang kemewahan, melainkan tentang bertahan hidup.
Tahun ini, mari kita hadirkan lebih dari sekadar bantuan pangan. Mari kita kirimkan pesan bahwa mereka tidak berjuang sendirian
Baarakallahu fiikum